Kalimatku cacat
Seketika aku diusir dari rumah-rumah itu
Diganti ketakutan yang penuhi setiap ruang hati
Ketika doaku berlari kini jadi kalimat-kalimat rapuh
Tiada lain di dalamnya kecuali menjauhi
Makam berlapis pasir dan tanpa taburan bunga
Diam membisu berebah dibawah tanah merah dan panas
Doaku telah pergi
Kalimatku cacat!!!
Dan aku berlindung pada kalimat-kalimat yg sempurna
Hanya untuk aku.,
hitam menjelangga tak tau arti
menjulang tinggi tepat di depan muka
menusuk hati yg menahan rasa
waktu itu tak sungguh mau peduli
ketika hati tidak bisa memaksa
ketika mulut tidak bisa mengungkap
hitam itu kian menjelangga
hitam itu kian didepan muka
masih bisa tersenyum
selalu melihatmu tersenyum
yg mengikis perih
hati merintih
selama ini tertunda
tuk buatmu bahagia
m'buat hitam semakin menghitam
tak m'buatku hilang
tapi ku tau waktu
walaupun ku tau panjang
waktu akan bisa peduli
karna itu ku akan datang
bukan untuk memudar hitam
bukan untuk memaksa rasa
terlebih untuk mengerti arti
tapi kuingin datang
hanya untuk aku
Kenapa mengirim sepi sepagi ini?
Hingga matahari beranjak sunyi
Dari rahim hati seorang putri
Lahir sebait kesepian hati
Tragis yang silam engkau meratap
Seperti kicau burung kepagian
Menjerit meminta kawan
Dilepaskan diri dari arus kesepian
Hatimu untuk siapa?
Hati terbuka untuk siapa??
Kenapa tersimpul dalam sepi???
Saat sepi bisa lebih berarti
Bilang padaku arti kesepian
Kan ku bawa hingga tembus sampai ke langit
Biar DIA menggantikan
Dengan seribu pesona keindahan
Dalam hidup kesepian
Aku di dunia yg beda
Coba sampaikan kabar tentangku
Pada desiran angin di laut luas
Pada ikan kecil yang berhasil ku tangkap pagi ini
Mencoba cerita bahwa sewaktu waktu
Aku bisa datang menemuiku
Meski harus menempuh perasaanku
Lebih dalam dari makna yang mereka cari
Aku harus tahu
Hari ini puisiku membusuk
Sebab ku begitu jauh
Bermuara di tepi kertas
Entah dimana aku ada
Mungkin tak sanggup ku arungi
Rinduku kian menggebu
Nafasku kian kencang beradu
Tangisku kian menggelegar
Saat mata tak bisa bertatap pandang
Saat hanya ada suara suara dalam mimpi
Saat rindu mewakilkan kehadiran
Hari ini semua terangkum dlm rindu
Dan saat ini hanya ingin bertemu
Aku di dunia yg beda
Mimpi
Mimpi-mimpi besarku;Ada saat hujan tadi basahi relung
Saat kemarau yg tlah lama hilang
Yang ajak anganku pergi
Pada suatu tempat ke suatu waktu
Guratan letih di wajah
Imbas dari deraan duka
Dalam mimpi itu, aku bertanya,
Adakah jalan untukku pulang?"
Seperti sedetik yang baru saja berlalu,
Tak bisa terulang"
Ada yang memaksa ku bangun
Untuk berlari mengejar asa
Membunuh waktu di medan laga
Bercucur peluh di tengah kota
Dan aku terbangun;
Untuk membunuh waktu,
Untuk mengusap peluh
Hanya untuk asa meraih mimpi
Tetapi ternyata hanya dia
Sebuah mimpi yg belum saatnya termimpi
Mimpi besarku yg paling kecil
Bersyukur dan segera pelihara mimpi
Tuk hiasi sang mimpi kecilku
Sendiri Dulu (ReHat)
Aku ingin berteman,
Dengan teman-teman yg membebaskan.
Aku belum ingin berteman,
yang mengikat dengan 'kasih sayang'.
Karena kasih sayang
seharusnya 'membebaskan'
Kini ku ingin melangkah
Keluar menuju laut lepas
Melebarkan kanvas seperti burung mengepakkan sayap
Kali ini aku sendiri
Berjalan di atas kakiku sendiri
Ingin menjelajahi dunia
Ingin menginjakkan kaki di bintang terjauh
Ingin menyentuh langit surga
Tapi kemana ku berlari
Aku pasti kembali
Untuk berterimakasih
Kapan itu nanti
Nanti setelah sendiri
Kamu
Ada saat dalam hidupku
ketika semua kata menguap
atau mengendap
entahlah
yang terjadi adalah aku terdiam
karena teramat bahagia
dan semua terangkum dalam diam
dan betapa aku mensyukuri
detik ini
udara yang kuhirup saat ini
yang kupunya hanyalah saat ini
maka apa lagi yang kunanti??
kamu!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar